Agun Gunandjar Sudarsa

Untuk DPR Bersih dan Indonesia Lebih Baik
Total votes: 375
Thursday, October 3, 2013

MoU KPU – Lemsanneg Ciptakan Sistem Check and Balance Dalam Pemilu

Diposting oleh: 
Reporter

Nota Kesepahaman (MoU) yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Lembaga Sandi Negara (Lemsanneg) baru-baru ini menimbulkan aksi penolakan. Berbagai pihak mencurigai karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kecurangan pemilu 2014.
Namun menurut Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa, kerja sama tersebut akan menciptakan sistem check and balance dalam pemilu. "Dalam hal ini, kita tidak akan diam. Akan kita undang kedua lembaga untuk membuat desain mekanisme kerjanya," ujarnya pada wawancara di Jakarta. "Kita akan pastikan ada check and balance, supaya tak ada abuse," tambahnya seperti dilansir beritasatu.com, Selasa (1/10).
“Komisi II DPR akan melakukan pengawasan atas hal itu, dengan mendorong penyusunan mekanisme kerja bersama kedua lembaga, “ tegas Agun. Kerja sama kedua lembaga itu akan berefek positif pada pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil. Selain itu, pelibatan antar lembaga negara dalam melaksanakan kerja pemilu, menurutnya juga akan mendorong saling mengawasi di antara lembaga negara itu sendiri.
Agun mengaku mendukung kerja sama antar kedua lembaga tersebut, baginya hal ini adalah wujud kreativitas KPU atas desakan semua pihak yang tak ingin kejadian di Pemilu 2009 lalu kembali terulang. Di antaranya adalah masalah data pemilih yang amburadul, serta surat suara resmi yang hilang di dalam kapal laut saat proses transportasi.
“Hal seperti ini yang merugikan kontestan pemilu. Ketika digugat di MK, tak bisa dibuktikan mana surat suara yang sah," kata Agun. Pasalnya adalah hal jamak ketika hasil penghitungan penetapan suara kerap diwarnai dengan surat suara hilang dan dominannya surat suara yang palsu. Namun menurutnya, ketika ada proses persidangan hukum di MK, tak ada pegangan akhir berupa surat suara asli yang bisa dijadikan landasan. "Kalau dulu surat suara cukup bila digunakan chip. Itu mahal harganya. Tapi ternyata saat dihadirkan di MK, yang palsu juga muncul," imbuhnya.
Agun berpendapat MoU ini akan menghantam mafia surat suara palsu yang banyak beredar di pemilu sebelumnya. "Dengan Lemsanneg itu mereka bukan hanya mengarsipkan, tapi tahu betul keaslian dokumen atau tidak," tambahnya.
“Chip di surat suara yang palsu bisa diidentfikasi dengan cepat. Sehingga, surat suara palsu tak bisa disimpan sebagai arsip pemilu. Itu juga sebabnya kerja sama KPU bukan dengan lembaga lain seperti Lembaga Arsip Negara (LAN), namun dengan Lemsanneg,” ungkap Agun.

Skip Comments

Add new comment

Back to Top