Agun Gunandjar Sudarsa

Untuk DPR Bersih dan Indonesia Lebih Baik
Total votes: 346
Friday, November 21, 2014

Pelaksanaan Rapimnas Jogja Tidak Demokratis dan Tidak Prosedural

Diposting oleh: 
Editor
1).Munas tanggal 30 November 2014 terancam mundur dengan bergesernya tempat lokasi Munas dari Jabar ke Jatim lalu ke Bali.
 
2).Belum lagi perlunya Rapat Pleno DPP Partai Golkar untuk menindak lanjuti hasil Rapimnas 18-19 November Yogya guna menyepakati komposisi panitia Munas, rancangan materi Munas dan rancangan pertanggungjawaban pengurus DPP periode 2009-2015.
 
3).Rapat Pleno DPP perlu diadakan agar tidak terjadi kekisruhan diantara sesama pengurus DPP di hadapan peserta Rapimnas Yogya dari DPD Provinsi dan Organisasi Hasta Karya
 
4).Sesuai AD/ART, Rapat Pleno DPP adalah lembaga pengambilan keputusan tertinggi dalam badan eksekutif kepengurusan, yang berkewajiban menindaklanjuti segala keputusan Munas, Rapimnas, dan Rakernas organisasi. 
 
5).Ketika dalam Rapimnas Yogya ada desakan DPD Provinsi agar Munas maju jadi tanggal 30 November dari sebelumnya Januari 2015 sesuai keputusan Rapat Pleno DPP tanggal 13 November, seharusnya pada saat itu juga, DPP melalui Ketum segera mengadakan Rapat Pleno DPP terlebih dahulu guna merespon desakan tersebut.
 
6).Hal ini penting agar keputusan yang diambil dalam Rapimnas Yogya tidak mencederai keputusan Rapat Pleno DPP tanggal 13 November.
 
7).Namun karena tidak tahu aturan atau karena segalanya ingin cepat-cepat, hal itu luput dilakukan oleh Ketum.
 
8).Saya berpandangan Rapimnas Yogya tidak memenuhi prosedur dan standard pengambilan keputusan yang benar, sehingga diragukan keabsyahannya.
 
9).Apalagi dengan model pimpinan rapat yang sepihak mengetok palu, tidak mengindahkan sejumlah orang yang berdiri protes, namun tetap palu diketukan.Tidak demokratis.
 
10).Demikian pernyataan ini. Tks atas perhatian dan dukungan. Salam hormat saya, Agun Gunandjar Sudarsa )Koordinator Gerakan Regenerasi Kepemimpinan Golkar).

*dikutip dari twit @kangagun pada Jum'at 21 November 2014

Skip Comments

Add new comment

Back to Top